Seringkali setiap kita menganggap mezbah dan korban satu hal yang sama... Saya sering bertanya pada beberapa orang tentang mezbah tetapi mereka selalu mendefinisikan sebagai korban. Padahal mezbah dan korban merupakan 2 hal yang berbeda... Mezbah merupakan tempat kita menaruh setiap korban. Tetapi setiap kita harus mengerti dahulu mengapa mezbah dibangun. Sekarang coba kita kembali ke Alkitab, Seringkali kita menjumpai sebuah mezbah dibangun dikarnakan banyak hal. Bisa karna Perjanjian(Nuh), Peringatan, atau suatu titik balik(Yakub). Cotohnya “Waktu Nuh keluar dari bahtra ia langsung mendirikan sebuah mezbah dan memberikan korban dan Tuhan berjanji tidak akan menghukum bumi dengan air bah…” [Kejadian 8.20-21] contoh lainnya ialah Yakub saat Ia bertemu dengan Tuhan secara pribadi di bethel dan namanya diganti menjadi Israel [Kejadian 35.7-11]
Jadi itulah dasar dibangunnya mezbah. Saat mezbah pertama kali dibangun pastilah sudah ada korban. Dan saat ada korban yang menyukakan hati T maka T sendiri yang akan memberi api untuk membakar korban tersebut.
Nah sekarang adalah tugas setiap kita. Karena Firman Tuhan berkata kalau kita adalah imam-imamnya Tuhan. Salah satu tugas imam ialah menjaga api yang ada dimezbah agar tidak padam. So ada yang namanya korban pagi dan korban petang itu semua dilakukan untuk menjaga agar api yang ad dimezbah tidak padam. Karena Firman Tuhan berkata tidak boleh ada api asing. Dengan kata lain Tuhan sendirilah yang memberi api. Dalam kehidupan rohani kita tanpa kita sadari beberapa api yang ada sudah mulai padam dan kita mencoba untuk menyalakannya kembali dengan cara kita sendiri, sehingga orang lain melihat diri kita luar biasa padahal api yang ada sudah padam dikarnakan tidak ada lagi korban pada mezbah kehidupan kita.
So sekarang kita akan bicara juga tentang korban. Apa sih korban atau persembahan? Korban itu pada dasarnya bisa apa pun sesuai dengan yang Tuhan mau. Bisa hobi, kesenangan, pacar, atau apa pun. Seorang hamba Tuhan pernah berkata begini “Satu hal yang harus diperhatikan saat kita memberi korban atau persembahan, saat persembahan atau korban itu tidak pernah menyentuh hati kita sendiri jangan pernah berharap kalau itu akan menyenangkan hati Tuhan” masih ingetkan cerita tentang persembahan janda miskin dalam markus 12? Di situ Yesus berkata kepada murid-muridnya "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." Yang Tuhan maksudkan disini bukan karna dia memberikan seluruhnya melainkan janda ini mengerti benar kalau ia harus memberi yang terbaik mungkin buar orang-orang disitu 2 peser tidak berati tapi buat janda ini mungkin itu adalah seluruh nafkahnya hari itu. So kita balik lagi pada pernyataan hamba Tuhan diatas. Oh ya ada satu hal lain yang harus kita ingat saat kita membawa korban. Seoarang Hamba Tuhan dari Australia pernah berkata kepada saya, saat kita membawa setiap korban kita kemezbah hal itu memang sangat menyakitkan, tetapi setiap korban yang kita bawa haruslah kita bawa dengan penuh sukacita sampai kita dapat berkata seperti Raja Daud “Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!”. Daud berkata datang kemezbah merupakan sucita dan kegembiraannya itu semua dikarenakan Daud terbiasa membawa setiap korbannya dengan penuh sukacita.
So Apa yang sudah kita buat selama ini? Apakan setiap persembahan kita menyentuh hati kita? Atau setiap persembahan kita tak ada ubahnya dengan memberi kepada pengamen jalanan? Hanya kita sendiri yang tahu apa yang sudah kita lakukan. So mari kita sama-sama belajar untuk memberikan yang terbaik. Be Bless…-Henz Prinz