Senin, 14 Maret 2011

HINENI

HINENI.... Untuk beberapa orang ini hanya sebuah kata yang tidak berarti, tetapi HINENI adalah bentuk kesetian dan cinta kita akan Tuhan. HINENI ialah kata bagi seorang budak yang ingin mengabdi seumur hidup kepada tuannya bukan karena paksaan dari sang tuan tetapi karena ia mengasihi dan mencintai tuannya.

Seorang hamba Tuhan pernah memberi ilustrasi seperti ini, ada seorang tuan yang memiliki seorang budak wanita. budak ini ia bawa kepasar untuk di jual karena pada masa itu manusia masih di perjualbelikan seperti binatang. sang budak ini selalu marah-marah, mengumpat, bahkan berusaha untuk menyerang siapapun yang mendekatinya. tetapi sanng tuan tidak menghajarny karena tuan tersebut mengerti kalau budak tersebut dia hajar dan terjadi memar maka harga budak tersebut akan jatuh. suatu saat ada seorang tuan lain yang melihat budak tersebut, budak yang selalu marah, mengumpat, bahkan menyerang siapapun yang ada di dekatnya. tuan ini pun mendatangi si pemilik budak dan mulai terjadi tawar menawar, yang akhirny budak ini pun dijual. tuan yang baru itu membawa budak tersebut kerumahnya tetapi budak itu terus mungumpat dan berusaha menyerang. sesampainya di rumah tuan tersebut mengambil sebuah pisau dan melepaskan seluruh ikatan budak tersebut tetapi sang budak makin berontak tetapi tuanny hanya duduk di meja dan menulis sebuah surat. setelah surat tersebut selesai ia tulis ia memberikannya pada budak wanita itu yang ternyata surat kebebasan untuk dirinya, melihat hal itu sang budak langsung terdiam dan tuannya berkata "mulai hari ini kamu bebas dan menjadi orang merdeka sekarang pergilah"   budak itu tetap diam dan dia pun merobek surat kemerdekaannya itu karena ia berfikir belum pernah ada tuan yang begitu mengasihinya dan jika saat itu ia pergi dan meninggalkan tuan tersebut ada kemungkinan orang lain akan menangkap ia dan menjadikannya budak lagi dan belum tentu ia akan bertemu dengan orang seperti tuanny itu sehingga ia berkata kepada tuannya "tuan engkau begitu baik biarkan aku mengabdi kepada tuan seumur hidup ku"

Dari cerita tersebut kita mengerti budak itu menghambakan dirinya karena ia mengasihi tuannya bukan karena terpaksa. hari-hari ini Tuhan menunggu setiap kita untuk berani berkata HINENI. saat kita berkata Tuhan aku siap untuk HINENI tidak ada lagi free will yang kita miliki karena HINENI = Penyerahan Total, Kerendahan Hati, Ketaatan Mutlak. HINENI juga berarti hanya ada YA pada setiap tugas dan panggilan kita.

HINENI merupakan dasar dari segala hal, baik dalam kehidupan, pelayanan, pekerjaan, sekolah, bahakan apapun. saat kita berani untuk berkata Tuhan ini aku, aku mau HINENI kita akan melihat banyak hal luar biasa mulai terjadi dalam hidup setiap kita.

Saya berdoa supaya setiap kita benar-benar dimampukan untuk dapat berkata HINENI, sejujurnya tanpa anugrahNYA tidak ada satu orang pun yang sanggup untuk memilih jalan HINENI.