Rabu, 23 Maret 2011

Lebih Pintar Dengan Tidur

Jangan sepelekan waktu istirahat Anda. Walau sebentar, tidur bisa membuat Anda lebih pintar.

Hal itu diungkap para peneliti dari Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat. Dalam sebuah jurnal kesehatan, mereka membeberkan hasil penelitiannya. Para peneliti meminta 44 orang (17 pria dan 27 wanita) untuk menjadi objek penelitiannya. Mereka semua diminta menghafalkan 100 nama dan foto. Setelah itu, diadakan tes berapa banyak nama dan foto yang bisa mereka ingat.

Setelah mencatat hasil tes pertama, para peneliti membagi 44 orang itu menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama diminta menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Sedangkan kelompok yang kedua diminta untuk tidur sejenak, 90 menit. Kemudian kedua kelompok itu diminta menghafal dan menyebutkan 100 nama dan foto yang lain. 

Kelompok pertama, mendapatkan hasil 12 persen lebih buruk dari tes mereka yang pertama. Sedangkan kelompok kedua, yang diberi waktu tidur 90 menit, justru mengalami peningkatan hasil tes sebanyak 20 persen.

Lebih lanjut, Matthew Walker, profesor yang menjadi ketua tim penelitian tersebut menjelaskan, saat tidur otak seseorang mengalami proses penyimpanan memori. "Cara kerjanya seperti menghapus email dan pesan yang tidak penting dari inboks, dan menyimpan pesan-pesan penting ke zona yang lebih aman. Sehingga inboks Anda siap menerima pesan-pesan yang baru lagi," ujar Walker kepadaScience Journal. 

Lebih lanjut Walker menyarankan untuk tidak menyepelekan waktu tidur. Karena saat tidur, bukan hanya kondisi fisik yang menjadi lebih baik, tapi juga ingatan Anda.

Selamat beristirahat!

Selasa, 22 Maret 2011

Harga Sebuah Mujizat

Sally baru berumur 8 tahun ketika dia mendengar ayah dan ibunya berbicara tentang kakaknya Georgi. Kakaknya sakit keras dan mereka telah melakukan semuanya untuk menyelamatkan nyawanya. Hanya pengobatan yang sangat mahal yang dapat menolongnya sekarang tapi itu tidak mungkin karena kesulitan keuangan keluarga tersebut.


Sally mendengar ayahnya berkata, hanya mukjizat yang dapat menyelamatkan kakaknya. Sally masuk ke kamarnya dan mengambil celengan yang disimpannya, menjatuhkannya ke lantai dan menghitungnya dengan hati-hati. 3 kali dihitungnya hingga benar-benar yakin tidak salah menghitung jumlah uangnya. Dia memasukkan uang koin tersebut ke dalam saku sweaternya dan menyelinap meninggalkan rumahnya untuk menuju ke sebuah toko obat. Dengan penuh kesabaran, ditunggunya si apoteker yang tengah sibuk berbicara dengan seorang pria. Si apoteker tidak melihatnya karena dia begitu kecil. Hal itu membuat Sally bosan dan dia menghentak-hentakan kakinya ke lantai untuk membuat kebisingan. Si apoteker melongokkan kepalanya tapi juga tidak melihat si Sally kecil. 


Akhirnya dia keluar dan menemui Sally. “Apa yang kau mau?” tanya si apoteker dengan keras. “Saya sedang berbicara dengan saudara saya.” 


“Baik, saya ingin berbicara tentang kakak saya,” Sally menjawab dengan nada yang sama “Dia sakit, dan saya ingin membeli mukjizat.” 


“Maaf, apa yang kamu katakan ?” kata si apoteker. 


“Ayah saya berkata hanya mukjizat yang dapat menyelamatkan kakak saya, nah sekarang berapa harga mukjizat itu ?” 


“Kami tidak menjual mukjizat di sini, anak kecil. Saya tidak dapat menolongmu.”
“Dengan, saya mempunyai uang untuk membelinya jadi katakan saja berapa harganya,” kata Sally dengan lantang.
Seorang pria berpakaian rapi duduk jongkok di hadapan Sally dan bertanya,”Mukjizat jenis apa yang dibutuhkan saudaramu?”


“Saya tidak tahu,” jawab Sally. Airmata mulai mengalir di pipinya “Yang saya tahu, dia benar-benar sakit dan ayah saya berkata hanya mujizat yang dapat menyembuhkannya.”

“Berapa banyak yang kau punya?” tanya pria itu. “Satu dollar 11 sen,” jawabnya dengan bangga. “Dan inilah semua uang yang saya punyai didunia ini.”


“Wah, suatu di luar logika,” senyum pria tadi 1 dollar 11 sen. Harga yang tepat untuk sebuah mukjizat.


Dia mengambil uang itu, lalu dengan tangan yang satunya membimbing tangan anak kecil itu sambil berkata,”Bawa aku ketempat kamu tinggal, aku ingin bertemu dengan kakak dan orangtuamu”.


Pria berpakaian rapi itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang spesialis bedah. Dia terharu pada perjuangan Sally kecil yang masih 8 tahun dalam mencari mujizat dengan uang celengannya. Dr. Carlton Armstrong merasa tergerak oleh belas kasihan untuk membantu operasi bedah dalam penyembuhan kakak Sally. Operasi berjalan sempurna dan Georgi, kakak Sally diselamatkan. Sebuah operasi yang luar biasa dan ajaib karena keluarga Sally tidak perlu mengeluarkan uang, selain tabungan Sally yang diberikan kepada dokter itu.


Sebuah kebijaksanaan bisa kita pelajari dari kisah nyata ini. Ketulusan dan kasih akan mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu mencari jalan keluar. Si Sally tidak punya uang yang cukup, tidak punya tenaga yang cukup, tetapi kasih yang tulus, itulah yang mendorong dia untuk menyusuri jalan dari rumahnya menuju ke toko obat dan berusaha keras mencari pertolongan. Ketulusan dan kasih memberi dorongan yang kuat untuk seseorang mencari jalan keluar. Bila kita ada masalah, biarlah kasih dan ketulusan yang memerintah hati kita, sehingga dengan bijaksana kita akan mencari jalan keluar.

Senin, 14 Maret 2011

HINENI

HINENI.... Untuk beberapa orang ini hanya sebuah kata yang tidak berarti, tetapi HINENI adalah bentuk kesetian dan cinta kita akan Tuhan. HINENI ialah kata bagi seorang budak yang ingin mengabdi seumur hidup kepada tuannya bukan karena paksaan dari sang tuan tetapi karena ia mengasihi dan mencintai tuannya.

Seorang hamba Tuhan pernah memberi ilustrasi seperti ini, ada seorang tuan yang memiliki seorang budak wanita. budak ini ia bawa kepasar untuk di jual karena pada masa itu manusia masih di perjualbelikan seperti binatang. sang budak ini selalu marah-marah, mengumpat, bahkan berusaha untuk menyerang siapapun yang mendekatinya. tetapi sanng tuan tidak menghajarny karena tuan tersebut mengerti kalau budak tersebut dia hajar dan terjadi memar maka harga budak tersebut akan jatuh. suatu saat ada seorang tuan lain yang melihat budak tersebut, budak yang selalu marah, mengumpat, bahkan menyerang siapapun yang ada di dekatnya. tuan ini pun mendatangi si pemilik budak dan mulai terjadi tawar menawar, yang akhirny budak ini pun dijual. tuan yang baru itu membawa budak tersebut kerumahnya tetapi budak itu terus mungumpat dan berusaha menyerang. sesampainya di rumah tuan tersebut mengambil sebuah pisau dan melepaskan seluruh ikatan budak tersebut tetapi sang budak makin berontak tetapi tuanny hanya duduk di meja dan menulis sebuah surat. setelah surat tersebut selesai ia tulis ia memberikannya pada budak wanita itu yang ternyata surat kebebasan untuk dirinya, melihat hal itu sang budak langsung terdiam dan tuannya berkata "mulai hari ini kamu bebas dan menjadi orang merdeka sekarang pergilah"   budak itu tetap diam dan dia pun merobek surat kemerdekaannya itu karena ia berfikir belum pernah ada tuan yang begitu mengasihinya dan jika saat itu ia pergi dan meninggalkan tuan tersebut ada kemungkinan orang lain akan menangkap ia dan menjadikannya budak lagi dan belum tentu ia akan bertemu dengan orang seperti tuanny itu sehingga ia berkata kepada tuannya "tuan engkau begitu baik biarkan aku mengabdi kepada tuan seumur hidup ku"

Dari cerita tersebut kita mengerti budak itu menghambakan dirinya karena ia mengasihi tuannya bukan karena terpaksa. hari-hari ini Tuhan menunggu setiap kita untuk berani berkata HINENI. saat kita berkata Tuhan aku siap untuk HINENI tidak ada lagi free will yang kita miliki karena HINENI = Penyerahan Total, Kerendahan Hati, Ketaatan Mutlak. HINENI juga berarti hanya ada YA pada setiap tugas dan panggilan kita.

HINENI merupakan dasar dari segala hal, baik dalam kehidupan, pelayanan, pekerjaan, sekolah, bahakan apapun. saat kita berani untuk berkata Tuhan ini aku, aku mau HINENI kita akan melihat banyak hal luar biasa mulai terjadi dalam hidup setiap kita.

Saya berdoa supaya setiap kita benar-benar dimampukan untuk dapat berkata HINENI, sejujurnya tanpa anugrahNYA tidak ada satu orang pun yang sanggup untuk memilih jalan HINENI.