Lukas 4:19
"… untuk
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tertawan, dan penglihatan
bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas,
untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Pertikaian dan pertempuran antara Israel dan Palestina menyisakan banyak kesedihan, ketakutan, trauma, penderitaan, kehilangan, dan hilangnya sukacita. Hal itu masih berlanjut sampai sekarang. Hidup dalam ketakutan, mereka berjuang untuk hidup. Beberapa di antaranya, ada yang mengungsi dan melepaskan diri tidak hanya dari tanah kelahiran tapi juga dari pertempuran.
Tapi
dapatkah kebebasan itu dapat dirasakan lagi? Dua kepentingan ada dalam
konflik, yang satu tidak mau mengalah dengan yang lain. Namun, tidak
menyadari bahwa si A kehilangan anak yang paling dicintainya, atau satu
keluarga yang lain kehilangan tempat tinggal. Bahkan anak-anak harus
mengalami trauma. Yang mereka kenal hanyalah kepentingan yang harus
terpenuhi.
Seorang
anak di Gaza mendapatkan pengharapan saat melihat ada seorang bapak yang
tetap melakukan hal normal yang biasanya dia lakukan, yaitu menjual
semangka. Hal itu menimbulkan harapan padanya, bahwa suatu hari nanti
Gaza di dalam kedamaian dan dia berjuang untuk hidup.
Pernahkah
kita berpikir bahwa seringkali kitapun mengalami hal yang sama. Mungkin
bukan dalam wujud konflik yang sesungguhnya, tapi konflik itu ada di
dalam batin kita. Sadarkah kita bahwa kita merupakan tawanan dari
keinginan daging kita sendiri, dari keinginan jahat orang lain, atau
mungkin dari hal-hal yang tidak kita sadari?
Sama
seperti Paulus, kita ingin melakukan yang baik tapi yang jahat yang
malah kita lakukan. Kita juga sering bertanya, mengapa hal buruk terjadi
pada kita, mengapa masalah datang silih berganti tak ada habisnya.
Akankah kita mendapatkan kebebasan dan terlepas dari semua masalah?
Jawabannya
hal itu sangat mungkin. Kita dapat menemukan pengharapan akan adanya
jalan keluar di dalam Yesus. Toh Dia memang sudah katakan bahwa Dia
memberikan kebebasan kepada para tawanan. Namun, yang terpenting adalah
apakah kita yakin pada-Nya? Yakinkah kita Dia dapat membebaskan kita,
sungguh-sungguh berkuasa sehingga dapat memberi kebebasan itu? Percaya
saja pada-Nya, itu yang terpenting.
Kita
dapat menemukan pengharapan akan adanya jalan keluar di dalam Yesus.
Toh Dia memang sudah katakan bahwa Dia memberikan kebebasan kepada para
tawanan. Kita hanya harus percaya pada-Nya.
