Sabtu, 13 September 2014

Kuda dan Anak Manusia

Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati (Amsal 11:2)

Dalam salah satu novel berseri Narnia yang berjudul Kuda dan Anak Manusia, Bree adalah seekor kuda yang bisa berbicara. Ia menganggap anak lelaki yang menungganginya, Shasta, sebagai "anak kuda" yang sangat membutuhkan latihan. Kerap kali pendapat-pendapat angkuh si kuda mencerminkan sikapnya yang sombong. Ia menganggap dirinya sebagai kuda perang yang gagah berani, dan memiliki kemampuan serta keberanian yang hebat. Namun, sewaktu mendengar auman singa besar, ia lari dan membiarkan anggota rombongan lainnya terancam.

Di kemudian hari, Bree menemui Aslan sang singa, yang adalah raja Narnia. Kuda itu mengakui bahwa selama ini ia adalah sosok yang gagal karena sombong dan penakut. Dan, Aslan pun memuji Bree karena telah mengakui kesalahannya.

Alkitab mengatakan, "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan" (Amsal 16:18). Hidup ini memiliki caranya sendiri untuk menunjukkan kelemahan kita, saat kita menjadi sombong. Oleh sebab itu, dengan belajar bahwa "kecongkakan mendahului kehancuran" kita dapat menemukan titik balik yang membuat kita tak lagi meninggikan diri. Dan, saat kita bersikap rendah hati di hadapan Allah dan manusia, kita dapat menjadi saluran hikmat bagi orang lain. "Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati" (Amsal 11:2).

Menonjolkan betapa pentingnya diri kita akan membuat kita tersandung. Namun, memusatkan perhatian untuk memuliakan Allah dan memenuhi kebutuhan sesama akan memberi kita cara pandang orang bijak --HDF

KEANGKUHAN MEMBAWA CEMOOH
KERENDAHAN HATI MEMBAWA HIKMAT

Berdoa Sambil Berbagi

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti (Mazmur 46:2)

Sebuah penelitian berjudul "Kepedulian AS" memperkirakan lebih dari 44 juta warga Amerika adalah pekerja pembantu bidang medis atau perawatan yang tak dibayar, dan kebanyakan masih bekerja atau telah bekerja sambil membagikan kepedulian. Penelitian itu juga mendapati bahwa Tuhan, keluarga, dan teman-teman kerap disebut sebagai sumber kekuatan bagi mereka yang berbagi kepedulian dengan orang lain.

Tiga per empat dari responden mengatakan bahwa mereka bersandar pada kekuatan doa ketika diminta memberikan perawatan. "Doa adalah cara terbaik untuk menyegarkan kembali diri Anda," kata seorang responden. "Saya pergi ke tempat yang tenang, berdoa, menangis, dan merasa lega. Kemudian saya dapat kembali ke ruangan dengan perasaan tenang."

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan," kata pemazmur, "sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti" (Mazmur 46:2). Kalimat itu dibahasakan ulang oleh Eugene Peterson dengan sangat jelas: "Allah adalah tempat persembunyian teraman, Dia selalu siap untuk membantu saat kita membutuhkan-Nya."

Melalui doa, kita dapat masuk hadirat Tuhan yang menenangkan dan mendapat kekuatan untuk terus melangkah. Ketika kita menyerahkan rasa sakit hati dan semua kebutuhan kepada Allah, Dia akan memenuhi dan memberikan damai-Nya. Dialah bantuan yang selalu siap sedia, yang memedulikan kita dalam segala keadaan.

Memberikan bantuan adalah panggilan yang mulia dan tugas yang sulit. Namun, ada kekuatan dari Tuhan yang membantu kita untuk menolong mereka yang membutuhkan kita -DCM

DOA DAPAT MENDEKATKAN KITA DENGAN ALLAH;

PENOLONG TERHEBAT BAGI KITA

Mengenal YESUS

Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus (2Petrus 3:18)

Dalam bukunya yang berjudul The Call, Os Guinness bercerita tentang Arthur Burns, ketua Federal Reserve Board Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Burns, yang adalah seorang Yahudi, bergabung dengan kelompok Pemahaman Alkitab yang pada saat itu diadakan di Gedung Putih. Pada suatu hari, para anggota kelompok Pemahaman Alkitab itu terkejut tatkala mendengarkan doa Burns, Ya Allah, semoga tiba saatnya ketika semua orang Yahudi mengenal Yesus. Tetapi mereka lebih terkejut lagi ketika ia berdoa agar tiba saatnya ketika semua orang kristiani mengenal Yesus.

Burns menegaskan kebenaran mendasar yang harus kita gumulkan. Meskipun kita telah mengklaim nama Yesus Kristus, belum tentu orang lain dapat melihat bahwa kita sungguhsungguh mengenal Dia. Apakah kita telah memiliki hubungan pribadi dengan-Nya? Jika iya, apakah kita telah berjuang keras, berdoa, dan berusaha semakin mengenal Yesus setiap hari?

Petrus, orang yang mengenal Yesus dengan sangat baik, mengatakan bahwa pengenalan akan Allah dan akan Yesus Tuhan kita akan melimpahi kita kasih karunia dan damai sejahtera (2Petrus 1:2). Pengenalan akan Yesus memberi kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh (ayat 3). Dan pengenalan terhadap pribadi Yesus akan menolong kita mengembangkan karakter yang menunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki hubungan pribadi dengan-Nya (ayat 5-8).

Apakah pada saat ini kita dapat dengan jujur berkata, Pada hari ini saya mengenal Yesus secara lebih baik daripada hari kemarin? JDB

SEMAKIN ANDA MENGENAL YESUS DALAM HATI
DUNIA AKAN SEMAKIN MELIHAT YESUS DALAM HIDUP ANDA