Sabtu, 11 Juli 2015

Worship Change Anything

Salam Kemenangan,
Hari ini saya kembali bersyukur pada TUHAN karena anugrah dan kasihNya saya masih dapat sharing disini. ok langsung saja ya.

Hari-hari ini Tuhan kembali megingatkan saya akan pentingnya sebuah penyembahan, karena tanpa saya sadari dengan setiap kesibukan yang ada saat ini membuat saya sering kali lupa untuk menyembah. Tuhan kembali mengingatkan saya akan kehidupan penyembahan saya beberapa tahun lalu yang akhirnya dapat membawa saya mengalami segala yang luar biasa dalam hidup saya, siang tadi saya tergerak untuk mendengar kotbah seorang hamba Tuhan di YOUTUBE awalnya saya hanya mencari-cari film yang menarik sampai akhirnya muncul sebuah video dengan judul "Penyembahan Itu..." saya cukup penasaran dikarenakan judulnya yang cukup unik dan membuat saya bertanya-tanya sehingga saya putuskan untuk mendengarkannya.

Sampai suatu titik muncul sebuah stetment "menyembah itu mengapa bukan bagaimana" kata-kata tersebut sontak menyentak hati saya, saya kembali di ingatkan banyak di antara kita hanya sibuk memperdebatkan "bagaimana" kita menyembah? atau apa yang kita pakai untuk menyembah? seringkali saat kita melihat beberapa orang ataupun komunitas yang cara menyembahnya tidak sama dengan kita, kita cenderung menghakimi mereka bahkan men"Cap" mereka sesat hanya karena cara mereka menyembah Tuhan tidak sama dengan cara kita. Cukup lama kita selaku gereja dan tubuh Kristus disibukan dengan bagaimana kita menyembah, sampai kita sendiri lupa esensi dasar dari sebuah penyembahan. 

Setiap orang yang hidup dalam penyembahan "Worshiper" dia akan tau persis mengapa dia menyembah, dan tidak memusingkan diri dengan bagai mana kita menyembah. Saya sangat sadar betapa besar hidup dalam penyembahan dapat mengubah seluruh masa depan saya. Dengan menyembah dapat mengubah segala kemustahilan menjadi sebuah kepastian, bagi saya menghidupi penyembahan membuat kita berjalan dalam kuasaNya yang supranatural.

Penyembahan / Worship bagi saya itu bukan tentang dimana kita menyembah atau dengan siapa kita menyembah. Banyak diantara kita berfikir kl nyembah itu ya hanya saat di gereja atau saat ibadah, saya katakan itu SALAH BESAR, sekali lagi saya tekankan menyembah itu bukan bicara tempat atau ibadah saja, tp worship is intimacy menyembah adalah sebuah keintiman. Keintiman antara kita dan TUHAN saat berbicara keintiman tentu kita semua mengerti itu berbicara hubungan antara dua pribadi. 

Saat kita datang kesebuah resto besar biasanya akan ada seorang pelayan di dekat pintu yang menanyakan kita ingin meja untuk berapa orang? sebagian besar sepasang kekasih tentu akan memilih meja yang hanya untuk dua orang karena mereka mengerti disaat itulah sebuah moment dimana mereka membangun hubungan lebih dalam antara mereka berdua, begitu pula halnya dengar menyembah. Menyembah / Worship ialah sebuah moment di mana hanya ada kita dan Tuhan. sehingga kita dapat mengenalnya jauh lebih dekat dan lebih dalam dari apa yang telah kita kenal selama ini.

Firman Tuhan berkata [ Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.] Tuhan ingin saat kita dalam keadaan terberat sekalipun datanglah padaNya "menyembah" seperti yang saya sendiri alami saat saya dalam hadirat Tuhan dan masuk dalam pelukan KasihNYA yang ajaib itu membuat saya menjadi kembali bersemangat dan dapat kembali melakukan segala pekerjaan dan pelayanan saya dengan lebih powerfull.

Saya berdoa supaya setiap kita tidak akan pernah meninggalkan penyembahan, melainkan menjadikannya sebuah gaya hidup, sehingga hari demi hari kita dapat terus disempurnakan dan menjadi serupa dengan Dia.



Minggu, 12 April 2015

Bolehkah Orang Kristen Melakukan Yoga?

Yoga diketahui dapat memberikan efek rasa nyaman dan ketenangan. Banyak kebudayaan yang menerima yoga, bahkan dalam lingkungan Kristen. Namun, bolehkah orang Kristen melakukan yoga, mengingat adanya dasar-dasar Hindu di dalam praktek tersebut?

Untuk mendalami masalah yoga dan hubungannya dengan kekristenan, Laura Bagby dariCBN.com mewawancarai Laurette Willis. Laurette telah terlibat dalam yoga dan gerakan Zaman Baru (New Age) selama 22 tahun, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk melepaskan ajaran tersebut dan mengikut Yesus Kristus. Laurette kini menjadi pelatih kebugaran tubuh yang mengembangkan PraiseMoves, yang ia sebut sebagai "pengganti yoga bagi orang Kristen". Dalam latihan rutinnya, Laurette selalu menyertakan ayat-ayat Alkitab.


Mengapa kita harus waspada terhadap yoga?
Banyak orang (terutama kaum Barat) yang memuji yoga karena dianggap memberikan kesehatan dan ketenangan batin, namun mereka tidak paham asal-usul praktek ini.
Menurut Laurette, ada bahaya mengintai di balik yoga. "Yoga mengandung postur-postur atau posisi tubuh yang dirancang untuk ditujukan bagi 330 juta dewa-dewi Hindu. Demikian juga postur tubuh dalam yoga—semua posisi itu berfungsi sebagai penyembahan kepada dewa-dewi. Jika Anda melakukan postur-postur tertentu, teknik bernafas, dan meditasi, maka Anda akan diterima oleh dewa/dewi. Ini benar-benar berbahaya," kata Laurette.
Ada salah satu pelatih PraiseMoves yang pernah berkunjung ke India selama 3 bulan. Selama berjalan-jalan di sana, dia seringkali menyaksikan orang-orang melakukan yoga di pinggir jalan sambil berhadapan dengan patung dewa-dewi.

" Roma 12:1-2 mengatakan, kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup kepada Allah," imbuh Laurette. "Namun dalam yoga kita melakukan postur tertentu untuk mempersembahkan diri kepada 330 juta dewa-dewi, dan ini mengerikan. Jadi, seharusnya kita menghindar dari penyembahan terhadap berhala (Kisah Para Rasul 15:29)."

Dalam yoga, terdapat sebuah tindakan bernama pernafasan pranayama. Kata "prana" berasal dari kata Hindu yang berarti "kekuatan kehidupan"—konsep yang sama untuk kata "chi" dalam beberapa seni bela diri. Pernafasan yoga digunakan untuk memanipulasi energi kehidupan tersebut, dan menurut Laurette ini mengandung resiko.

"Ini membahayakan. Jika kita yang telah dibasuh oleh darah Yesus melakukan hal tersebut, maka kita tidak menjadi tandingan bagi musuh di daerah tersebut. Maksudku adalah, seperti apa yang Paulus katakan dalam Efesus 2:2, bahwa Setan adalah penguasa kerajaan angkasa. Pernafasan di dalam yoga tidak berkaitan dengan oksigen."

Hal ketiga yang harus diwaspadai dalam yoga adalah konsep "mengosongkan pikiran" yang bertentangan dengan pengajaran kekristenan. Laurette menjelaskan, "Kita ditransformasi melalui pembaharuan pikiran, bukan pengosongan."

Saat pikiran dikosongkan, pelaku yoga akan mengalami perjalanan astral (astral travel), dimana mereka akan benar-benar meninggalkan tubuh jasmani mereka. "Saya dulu bertanya-tanya, saat saya meninggalkan tubuh saya, siapa atau apa yang akan tinggal di dalamnya?" ungkap Laurette. Orang Kristen seharusnya ingat bahwa ada Roh Kudus yang berdiam di dalamnya.

Yoga membuka pintu bagi "yang lain"

Sebelum mengenal Yesus, Laurette dan keluarganya tidak pernah mendengar pesan tentang keselamatan. "Kami tidak mengetahui tentang hidup Kristen yang berkemenangan," ujarnya. "Kami tidak berhati-hati akan penipuan yang terkandung dalam yoga dan hubungannya dengan Hinduisme. Yoga tampak begitu spiritual waktu itu, sehingga dia bisa memenuhi kehampaan dalam jiwa kami."
"Aku telah menemukan bahwa setiap bagian kehidupan kita yang tidak diberikan kepada kekuasaan Yesus Kristus, akan menjadi pintu terbuka bagi musuh… Kalau aku mengingatnya lagi, praktek yoga telah menjadi pintu terbuka untuk kami masuk ke dalam New Age. Kami mulai mempraktekkan Edgar Cayce, papan Ouija, kristal, dsb," lanjut Laurette.

Kontroversi 'Yoga Kristen'

Bisakah yoga dan asal-asal religiusnya dipisahkan? Sejumlah pemerhati masalah yoga ketimuran telah mencari jawabannya melalui hatha yoga, karena hatha yoga dianggap latihan fisik yang fleksibel tanpa berhubungan dengan spiritual. Namun Laurette menegaskan bahwa yoga dan Hinduisme tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Di samping itu, tidak ada yang namanya yoga Kristen.

"Yoga Kristen adalah sebuah oksimoron--sesuatu yang saling bertentangan satu sama lain," kata Laurette. "Sama saja seperti mengatakan penganut Buddha Kristen atau Hindu Kristen. Apa yang sebagian orang sedang lakukan adalah berusaha menjadikan yoga sebagai kekristenan. Bahkan orang Hindu sendiri mengatakan bahwa itu tidak bisa dilakukan," lanjutnya.

Laurette meninggalkan yoga dan New Age saat ia bertemu Kristus pada bulan April 1987. Ia juga melepaskan diri dari keterikatan alkohol yang digelutinya sejak berusia 13 tahun. "Apa yang saya cari selama ini melalui New Age, metafisika, dan okultisme, saya temukan di Alkitab--yaitu hikmat Allah. Saya tidak pernah tahu ada begitu banyak hal di Alkitab," kata Laurette.

Dengan pemahaman mengenai yoga seperti ini, orang Kristen seharusnya memikirkan ulang sebelum melakukan yoga. Namun, jika Anda sebagai orang Kristen merasa baik-baik saja untuk melakukan yoga karena Anda cukup kuat untuk tidak menjadi korban penipuan spiritual/rohani dan Anda menikmati benefitnya bagi kesehatan, Laurette tetap memohon agar itu dipikirkan dengan serius. Bagaimanapun juga, Anda harus mempertimbangkan orang yang lahir baru atau Kristen yang imannya lebih lemah, saat mereka melihat Anda melakukan yoga. Jika Anda melakukan yoga atau mengikuti klub kelas yoga, mereka akan terinspirasi untuk melakukannya juga, dan itu kemungkinan membuat mereka menjauh dari Tuhan.

Sumber: Laurette Willis seperti dituturkan kepada Laura Bagby, CBN.com