Senin, 02 November 2020

Berbuah Tetap

 

Salam Perjuangan,

Shalom Pahlawan Tuhan, hari-hari ini Tuhan kembali mengingatkan saya tentang betapa pentingnya menghasilkan buah. Di sadari atau tidak dimasa pandemi ini sering kali setiap kita justru makin mementingkan diri kita pribadi tanpa memikirkan orang lain, karena banyak dari kita yang berfikir bagaimana cara bertahan dari pendemi yang entah sampai kapan akan berakhir. So tanpa disadari EGO setiap kita makin menguat hari demi hari, kita tidak lagi berfikir bagaimana kita menjadi berkat tetapi hanya berfikir bagaimana mendapat berkat lebih di masa seperti saat ini.

 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Yohanes 12:24 

 

Roh Kudus kembali mengingatkan saya bahwa setiap kita merupakan benih-benih Kerajaan Bapa, dan Yesus berkata dalam Yoh 12 bahwa benih itu harus mati dahulu agar ia dapat tumbuh dan berbuah. Tapi berapa banyak dari kita pahlawan Tuhan yang siap “mati” bagi jiwa-jiwa. Mematikan kedagingan kita, mematikan ego kita, mematikan keyamaman kita, mematikan kesombongan kita, bahkan mematikan hobi kita, kalau itu memang kita sadari itu menghalangi kita bertumbuh dan berbuah.

Yang saya sedih hari ini banyak pahlawan Tuhan yang masih nyaman hidup di masa lalu, kemana pun mereka pergi mereka selalu bercerita dengan kesombongan yang terselubung, aku sudah buat ini dulu, aku sudah buat itu dulu, oh dulu aku pernh buat ini dan itu, tapi bagaimana sekarang? Apa yang kita lakukan saat ini bagi Tuhan?

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu,  supaya kamu pergi dan menghasilkan buah  dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku,  diberikan-Nya kepadamu. Yohanes 15:16

Dalam ayat di atas banyak dari kita tidak menyadari ada perintah mutlak yang tidak dapat di ubah karena Yesus sendiri yang berkata kalau DIA yang MENETAPKAN setiap kita. Kata MENETAPKAN di sini tegas menunjukan setiap kita sudah di tunjuk, sudah di perintahkan, sudah di tugaskan untuk pergi menghasilkan buah. Apa Yesus berkata oh kamu cukup berbuah sesekali, cukup pernah berbuah? JELAS TIDAK. Karena madatnya jelas bagi setiap kita pergi – hasilkan buah – dan terus berbuah.

So kalau saat ini kita merasa sedang tidak berbuah mungkin ini waktunya kita instrospeksi diri apa saja yang membuat kita tidak berbuah? Apakah kita masih dalam kairos Tuhan? Atau jangan-jangan kita sudah seperti si anak sulung yang terhilang di rumahnya sendiri? Atau kita seperti ranting anggur yang telah di potong dan tidak lagi melekat pada pokoknya?

15:1 "Akulah pokok anggur  yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.  Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak,  sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.  15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan,  yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

Mari pahlawan Tuhan bangkit dan kita minta Roh Kudus mengoreksi apa yang hari-hari ini menghalangi kita berbuah, minta Roh Kudus bersihkan sehingga setiap kita boleh kembali berbuah, bukan hanya pernah berbuah, sesekali berbuah, tapi saya berdoa setiap kita selalu berbuah bahkan berbuah lebat bukan hanya 10x ganda, 50x ganda, tapi saya berdoa setiap kita dapat berbuah 100x ganda. Sampai setiap kita boleh mengakhiri pertandingan iman kita dengan kuat, FINISH STRONG.

Rabu, 08 Mei 2019

Menjamu Raja


Salam Kemenangan.


Pada Hari ini Tuhan ingatkan saya tentang kisah Ester, saya cukup yakin kita smua tahu persis bagaimana kisah wanita yang satu ini. Dari hanya wanita biasa yang kemudian di bawa masuk ke istana raja, dan melalu proses yang panjang sehingga ia menjadi seorang ratu menggantikan ratu Wasti, ratu terdahulu yang dibuang oleh sang raja. Namun kali ini kita akan sama-sama melihat bagaimana Ester bersikap sehingga memperoleh perkenanan raja.

Dalam Ester 2.12-17 di ceritakan bagaimana para gadis-gadis datang menghadap raja, dan apapun yang di inginkan mereka akan di berikan untuk mereka saat menghadap raja, namun hal tersebut tidak Ester lakukan. Saat tiba gilirannya, dia justru bertanya pada Hegai seorang sida-sida raja apa yang harus dia kenakan, dan kita semua tau akhirnya Esterlah yang berkenan di hadapan raja dan menjadi seorang ratu.

Dalam kita menjalani kehidupan kita Tuhan Raja di atas segala raja memberikan kita “FREE WILL” atau kehendak bebas utuk melakukan segala hal sesuai yang kita inginkan. Tuhan memberi kita kesempatan yang sama seperti seluruh gadis yang dibawa masuk ke istana mereka diperbolehkan mengenakan apa pun dan itu akan diberikan kepada mereka. Namun yang sering kali kita lupakan Tuhan pun memberi kita Roh Kudus yang sebenarny sama dengan sida-sida raja yang siap memberikan saran atas apa yang kita lakukan apakah itu berkenan kepada raja atau tidak. Seperti yang tertulis dalam Roma 12.2 agar kita dapat mengerti apa yang baik, yang berkenan, bahkan yang sempurna semua itu sangat mungkin kita lakukan saat kita mengatifkan dan dipenuhi roh kudus.

Banyak diantara kita mengaku sudah dipenuhi Roh Kudus tetapi faktanya banyak dari kita tidak hidup dalam tuntunan Roh Kudus. Orang yang hidupnya dipenuhi dan dituntun Roh Kudus akan paham bagaimana bersikap dalam hadirat Tuhan. Hari ini ada sebuah tempat baru di buka dengan nama “Taman Tuhan” saat saya pertama kali masuk sejujurny cukup speacless bukan karena keindahan tempatnya tetapi hadirat Tuhan yang luar biasa begitu kuat hadir disana, smua orang dapat masuk dan menyembah Tuhan secara pribadi. Namun sayangnya tidak semua orang paham bagaimana bersikap dalam hadirat Tuhan, di tengah hadirat Tuhan yang begitu kuat mereka justru asik berselfie ria, so bagaimana mungkin mereka berkata dipenuhi Roh Kudus kalau mereka saja tidak dapat menghargai hadirat Tuhan.

Saat kita mengaku sudah dipenuhi Roh Kudus selayaknya kita pun meminta untuk dituntun Roh Kudus. Mari kita sama-sama belajar aktifkan Roh Kudus lebih lagi, segala hal yang ingin kita lakukan sekecil apapun itu mintalah arahan Roh Kudus sehingga setiap apa yang kita lakukan baik dalam pekerjaan, pelayanan, bahkan study kita itu boleh menjadi jamuan yang Luar biasa dihadapan Raja segala Raja. Karna sesungguhnya Ketaatan kita lah merupakan Jamuan Terindah BagiNYA.

CARA KITA BERSIKAP DALAM HADIRAT TUHAN MENENTUKAN LEVEL KEINTIMAN KITA DENGANNYA

Minggu, 29 Oktober 2017

PERSEMBAHKAN TUBUHMU


Salam Perjuangan

Rasul Paulus berkata dalam Roma 12.1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati

Hari-hari ini saya makin di buat geram oleh kelakuan iblis dalam menyesatkan anak-anak Tuhan. salah satu yang menjadi alatnya hari-hari ini ialah K-pop banyak anak Tuhan tidak menyadari kalau mereka mulai di sesatkan melalui hal-hal tersebut. dalam hal ini bukan berarti saya anti K-pop or K-pop dari setan NO!!!
saya hanya membagikan apa yang menjadi kekuatiran saya di tengah banyaknya penari-penari Tuhan yang mulai "tiru-tiru" baik dari gerakan yang erotis sampai baju-baju yang minim. terutama saat mereka menyebut diri mereka penari profetik. dimana yang kita ketahui penari profetik ialah para penari yang menarikan nubuatan-nubuatan yang mereka dapat dari Tuhan.
so paulus dengan tegas berkata PERSEMBAHKAN TUBUHMU SEBAGAI PERSEMBAHAN YANG HIDUP, so dengan kata lain harusnya sebagai penari-penarinya Tuhan berani berkata tidak pada apa yang dunia tawarkan. sangat lah mengecewakan saat seorang penari Tuhan justru mengikuti arus dunia yang tanpa mereka sadari mereka sedang mempersembahkan tubuhnya pada dunia.
sebagai seorang yang dewasa secara rohani yang menjadi tolak ukur bukanlah boleh atau tidak kita melakukan sesuatu. tapi seperti yang rasul paulus katakan pada ayat berikutnya
Roma 12.2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
jadi sodaraku di masa akhir jaman ini biarlah setiap kita menimbang setiap apa yang hendak kita lakukan apakah itu baik? apakah itu berkenan? bahkan apakah itu sempurna di hadapan Tuhan.
1 Korintus 8.9. Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
so akhir kata saya berdoa setiap kita dapat lebih bijak dalam melakukan segala hal dan memikirkan apakah yang kita lakukan berkenan dihadapannya?

Kamis, 11 Mei 2017

Benar dihadapan TUHAN?

Salam perjuangan,

Hari-hari ini saya banyak belajar dari kasus Ahok, dari kasus seorang Ahok memunculkan banyak sekali orang-orang yang mengganggap dirinya paling “BENAR” dan menggangap dirinya paling benar dan orang lain yang tidak sependapat, tidak sepaham, atau pun tidak sealiran dianggap salah. So saya teringat akan sebuah ayat dalam Matius 7.1-5 yg berbunyi  "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." Tanpa kita sadari kita sering kali mengganggap diri kita yang paling dan lebih benar di banding dengan orang lain. Bahkan saya sering kali juga mendengar banyak anak Tuhan yang berkata “YANG PENTING KITA BENAR DIHADAPAN TUHAN” setiap kita memang sudah diselamatkan dan menjadi dibenarkan oleh Tuhan seperti yang tertulis dalam Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, dan ada ayat lain yang berkata Lukas 16:15
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah. Dari kedua ayat di atas kita dapat mengerti kalau kita ini di benarkan n di selamatkan itu bukan karena kehebatan kita tapi anugrah dari Tuhan. So tanpa disadari saat kita berkata “YANG PENTING KITA BENAR DIHADAPAN TUHAN” coba kita cek hati kita masing-masing jangan sampai perkataan tersebut merupakan senjata untuk kita membela diri agar tidak di kritik orang, dan untuk kita tetap berada dalam zona nyaman kita.

Setiap dari kita anak-anak Tuhan tentu sadar benar arti standart kata “benar” dalam alkitab, benar dapat di artikan dapat melakukan 100% seperti yang tertulis dalam alkitab. So mari berfikir apakah kita sudah melakukan seluruh yang tertulis dalam alkitab? Apakah kita mampu melakukan yang tertulis dalam alkitab? Saya rasa sulit untuk menemukan orang yang mampu melakukan semuanya kecuali Yesus. Saya kembali teringat akan sebuah kisah di alkitab tentang seorang muda yang kaya, yang datang kepada Yesus bertanya bagaimana memperoleh hidup yang kekal dan Yesus pun menyuruhnya melakukan 10 perintah Allah, namun ank muda tersebut berkata semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang? Dan akhirnya Yesus pun berkata untuk menjual semua hartanya dan mengikuti Dia, yang akhirnya kita semua tau anak muda tersebut pergi meninggalkan Yesus.
Namun yang luar biasa dalam cerita tersebut ialah anak muda ini telah melakukan seluruh perintah dalam 10 Perintah tersebut, dan Yesus pun tidak membantah hal tersebut karena saya cukup yakin kalau Yesus pun mengetahui memang anak muda tersebut telah melakukan semuanya.
So kalau kita bicara standart kebenaran kita tentu ingat akan standart yang Yesus tetapkan untuk setiap orang percaya dalam matius 5-7 yang di kenal sebagai kotbah di bukit, atau banyak pendeta berkata Jesus Teaching. Itu merupakan standart yang Yesus terapkan pada setiap anak-anakNya.

Jadi saat kita berkata “YANG PENTING KITA BENAR DIHADAPAN TUHAN” sudah seharusnya pula kita sudah melakukan semua standart yang Yesus tetapkan. Saya berdoa supaya setiap kita tidak lagi dengan mudahnya berkata “YANG PENTING KITA BENAR DIHADAPAN TUHAN” padahal sesungguhnya itu hanya merupakan bentuk pembelaan diri kita belaka. Biarlah mulai saat ini saya berdoa roh kudus yan terus mengkoreksi setiap kita sehingga kita pada ahkirnya boleh dibenarkan oleh Tuhan bukan membenarkan diri kita sendiri.

-Stefanus Hendra Widjaja-


Sabtu, 30 Juli 2016

Power of Testimony

Salam Perjuangan.

Beberapa hari yang lalu Tuhan ingatkan saya betapa pentingny sebuah kesaksian tentang DIA. 

Wahyu 19:10 (TB)  Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat." 

Dalam ayat tersebut jelas di katakan kalau kesaksian tentang Yesus merupakan roh nubuat. Sayangnya banyak sekali anak-anak Tuhan sangat sulit bahkan tidak berani untuk bersaksi. Yang lebih menyedihkan lagi fakta saat ini kalau banyak anak Tuhan yg tidak berani bicara tentang Yesus saat mereka ad di tempat-tempat umum. Tak jarang pula yang merasa malu kalau harus bahas Yesus di tempat umum, dengan alasan ga enak di denger orang, or takut ganggu orang lain. Tapi bagi saya smua orang WAJIB, HARUS, KUDU, MESTI dengar dan tau siapa Yesus. Sehingga seperti yang di katakan wahyu 12.11 it dapat terjadi. 

Revelation 12:11 (NKJV)  And they overcame him by the blood of the Lamb and by the word of their testimony, and they did not love their lives to the death.

Di situ tertulis bahwa dg kesaksian kita bahkan dapat mengalahkan si iblis. Tp hari-hari ini terlalu banyak anak-anak Tuhan yang justru di kalahkan oleh iblis, sehingga meraka tidak berani lagi untuk bersaksi. 
Mereka lebih memilih berbicara gosip, politik, ekonomi, dll. Ketimbang berbicara tentang apa yang sudah Yesus lakukan dalam hidup mereka.
Di sini saya menegaskan bahwa kita di selamatkan bukan untuk diri kita pribadi. Kita di selamatkan agar kita dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam hidup kita, dan membagikannya pada orang lain. Sehingga setiap orang yang mendengar kesaksian kita merekapun dapat di selamatkan dan kembali menjadi saksi. Ingat dalam kesaksian Tentang Yesus ada roh nubuat. So secara tidak langsung saat qt bercerita tentang karya Yesus dalam hidup kita, kita sedang bernubuat pada orang tersebut agar mereka mengalami yang sama seperti kita bahkan lebih.

So saya berdoa supaya di akhir jaman ini setiap anak-anak Tuhan diberi keberanian untuk bercerita (bersaksi) tetntang karya tangan Tuhan dalam hidup mereka, sehingga meraka pun dapat memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan di akhir jaman ini.