Sacrifice? Apa yang terfikir dalam benak kita tentang kata tersebut? setiap orang dapat memiliki pola fikir sendiri tentang korban. tp kali ini kita akan sama-sama belajar bagaimana korban atau perssembahan yang benar. bahkan bukan hanya benar tapi yang berkenan dan sempurna di mata-Nya.
Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
ayat tersebut berkata kalu kita jangan menjadi serupa dengan dunia tapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, hal ini di maksudkan agar kita dapat merubah setiap pola pikir kita yang lama terutama dalam hal memberikan korban. karena saat kita mulai dapat membuka pola pikir kita Tuhan akan mulai membawa kita ke next level sehingga kita dapat mengerti apa yang baik, yang berkenan, bahkan yang sempuna.
baik, berkenan, dan sempurna itu semua sebenarnya berbicara mengenai tolak ukur seseorang. apa yang kita anggap baik belum tentu orang lain akan beranggapan yang sama.
untuk kita dapat mengerti hal tersebut dasarnya ialah hati kita yang menjadi tolak ukur. contoh: saat kita datang dalam sebuah ibadah dan waktu persembahan di dalam dompet hanya ada 2 lembar mata uang ada 1000 dan 100,000. pertanyaan saya ialah mana yang akan kita berikan? 1000? atau 100,000?
seorang hamba Tuhan pernah berkata demikian "saat kita memberikan sebuah persembahan persembahan tersebut harus dapat menyentuh bahkan menyayat hati kita, karna saat sebuah persembahan tidak pernah menyentuh hati kita sama sekali jangan pernah berharap itu akan menyentuh hatinya Tuhan"
saat saya mendengar perkataan tersebut itu benar-benar terjadi pertentangan yang hebat dalam diri saya. tapi saya tahu persis itu yang Tuhan mau, jadi saya pun belajar untuk selalu memberikan yang terbaik. yang terbaik tidak selalu bicara barang-barang mahal dan mewah. ingat apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada setiap kita dalam Markus 12.41-44.
Mar 12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Mar 12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Mar 12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Mar 12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
ayat itu jelas menggambarkan barang-barang mewah belum tentu yang terbaik yang Tuhan suka, tetapi kita kembali berbalik pada sikap hati kita saat membawa korban kepada Tuhan.
Tuhan tidak pernah melihat berapa yang akan kita persembahkan tetapi Ia selalu melihat sikap hati dan motifasi kita dalam memberikan korban. satu hal yang harus sama-sama kita renungkan Ia Tuhan yang tidak pernah mau berhutang. jadi saat ada anak-anakNya datang dan memberikan yang terbaik Ia akan memberikan yang jauh lebih baik dari apa yang pernah kita bayangkan bahkan pikirkan.
Be Bless - Henz Prinz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar