Salam Perjuangan,
Sadar atau tidak bangsa ini sedang kehilangan figur seorang pemimpin, pemimpin yang bukan hanya mementingkan kepentingan pribadi, tapi seorang pemimpin yang dapat mengerti orang-orang yang dia pimpin. hal tersebut bukan hanya terjadi di bangsa ini tetapi juga di banyak tempat dan organisasi. yang kita temukan seringkali hanya pemimpin-pemimpin yang otoriter, atau yang hanya mementingkan diri sendiri dan menganggap dirinya yang paling benar, yang lebih parahnya ada juga pemimpin yang dipengaruhi oleh orang-orang "berduit", Saat seorang pemimpin tidak lagi dapat mengerti orang-orang yang dia pimpin sebaiknya mulai untuk instrospeksi diri. karena sering kali kita sebagai pemimpin kita selalu cenderung menuntut banyak hal pada bawahan kita tanpa kita peduli apa pun tentang oarang-orang di bawah kita. sering kali para pemimpin hanya memikirkan diri mereka sendiri dan bagai mana membuat orang-orang dibawahnya tunduk padanya.
Beberapa hari lalu saya bertemu dengan sorang pemimpin sebuah gereja yang "benar-benar ajaib", dia menjadi satu-satunya pemimpin di tempat itu yang tidak akan pernah minta maaf, dia selalu merasa bahwa dirinya yang selalu benar dan orang lain selalu salah dan dia selalu berusaha untuk menjadi no.1 bagai manapun caranya. bahkan sering kali dia mencoba untuk mendoktrin beberapa orang shg mrk mengikuti apa pun yang dia mau.
Saya pun pernah sekali dengan seorang pemimpin antik lainya tetapi tipe yang satu ini jauh lebih unik karena bisa dikatakan dia adalah "Penjilat No.1" dia akan selalu menjukan dirinyalah yang terbaik terhadap orang-orang yg ada di atasnya tetapi di sisi lain dia akan mendoktrin dan mendikte orang-orang di bawahnya untuk melakukan semua yang harusnya dia lakukan, seringkali pun dia mengklaim kerjaan orang lain menjadi kerjaannya sendiri dan hasil usahanya sehingga orang-orang yang di atasnya kan melihat kalu orang tersebut sangat luarbiasa. ya walau sebenarnya dia tak pernah melalakukan apapun.
bangsa dan generasi ini sebenarnya sudah tidak memerlukan seorang pemimpin. yang bangsa dan generasi ini butuhkan iayal seorang BAPA. di hari-hari terakhir ini banyak sekali yang mulai kehilangan figur seorang bapa, seorang bapa yang selalu ada untuk anaknya, membimbing dan mendampingi anaknya, bahan seorang bapa yang dapat menjadi seorang sahabat dan penasehat bagi anaknya. itulah yang sebenarnya bangsa dan generasi ini butuhkan.
pertanyaan kita pemimpin yang seperti apa? hanya kita pribadi yang dapat mengerti kita pemimpin seperti apa. saya berdoa supaya setiap kita dapat menjadi bapa bukan lagi pemimpin. karena saat kita dapat menjadi figur seorang bapa seperti bapa di surga saya sangat yakin akan ada suatu kegerakan dan pemulihan besar yang akan melanda bangsa dan generasi ini.
seperti yang di katakan firman Tuhan kalau hati bapa-bapa akan berbalik kepada anak-anaknya.
Beberapa hari lalu saya bertemu dengan sorang pemimpin sebuah gereja yang "benar-benar ajaib", dia menjadi satu-satunya pemimpin di tempat itu yang tidak akan pernah minta maaf, dia selalu merasa bahwa dirinya yang selalu benar dan orang lain selalu salah dan dia selalu berusaha untuk menjadi no.1 bagai manapun caranya. bahkan sering kali dia mencoba untuk mendoktrin beberapa orang shg mrk mengikuti apa pun yang dia mau.
Saya pun pernah sekali dengan seorang pemimpin antik lainya tetapi tipe yang satu ini jauh lebih unik karena bisa dikatakan dia adalah "Penjilat No.1" dia akan selalu menjukan dirinyalah yang terbaik terhadap orang-orang yg ada di atasnya tetapi di sisi lain dia akan mendoktrin dan mendikte orang-orang di bawahnya untuk melakukan semua yang harusnya dia lakukan, seringkali pun dia mengklaim kerjaan orang lain menjadi kerjaannya sendiri dan hasil usahanya sehingga orang-orang yang di atasnya kan melihat kalu orang tersebut sangat luarbiasa. ya walau sebenarnya dia tak pernah melalakukan apapun.
bangsa dan generasi ini sebenarnya sudah tidak memerlukan seorang pemimpin. yang bangsa dan generasi ini butuhkan iayal seorang BAPA. di hari-hari terakhir ini banyak sekali yang mulai kehilangan figur seorang bapa, seorang bapa yang selalu ada untuk anaknya, membimbing dan mendampingi anaknya, bahan seorang bapa yang dapat menjadi seorang sahabat dan penasehat bagi anaknya. itulah yang sebenarnya bangsa dan generasi ini butuhkan.
pertanyaan kita pemimpin yang seperti apa? hanya kita pribadi yang dapat mengerti kita pemimpin seperti apa. saya berdoa supaya setiap kita dapat menjadi bapa bukan lagi pemimpin. karena saat kita dapat menjadi figur seorang bapa seperti bapa di surga saya sangat yakin akan ada suatu kegerakan dan pemulihan besar yang akan melanda bangsa dan generasi ini.
seperti yang di katakan firman Tuhan kalau hati bapa-bapa akan berbalik kepada anak-anaknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar