Selasa, 25 Januari 2011

Pemimipin Itu Siapa Sih?

William Booth (1829-1912) dan Adolf Hitler (1889-1945). Ah, siapa tak mengenal mereka? Keduanya sama-sama pemimpin hebat. Yang satu pendiri Bala Keselamatan, gerakan yang menabur kasih dan kebaikan ke hati manusia -- khususnya bagi yang dirundung nestapa. Sedangkan yang lain adalah pendiri partai Nazi Jerman, rezim yang menebar teror ke segenap penjuru Eropa -- bahkan ke seluruh dunia.
Jadi ada perbedaan besar di antara mereka. Namun ada pula persamaannya. Mengenai kemiripan mereka, dapat kita sebutkan, antara lain, betapa mereka sama-sama meniti jalan ke kemashuran mulai dari anak-tangga yang paling bawah sekali.
Keduanya dilahirkan dan dibesarkan di tengah keluarga papa. Sewaktu kecil, William Booth acap menjadi bulan-bulanan ejekan, pemerasan dan kejahilan anak-anak brandal sebayanya. Sementara Adolf Hitler memulai "karier"nya sebagai seorang bintara rendahan setingkat kopral di angkatan perang Jerman. Jadi, jauh dari mengesankan, bila tidak mau dikatakan mengenaskan, bukan?
Namun demikian, toh kiprah mereka berdampak sangat besar bagi dunia. Rentang kehidupan mereka -- Booth 83 tahun dan Hitler 56 tahun - meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah umat manusia. Ya, apa pun penilaian kita mengenai "warisan" yang mereka tinggalkan itu - baik atau buruk.
Pertanyaannya : mengapa mereka berbeda dari sesama mereka? Mengapa mereka begitu menjulang tinggi bak gedung-gedung pencakar langit, sedang yang lain bagaikan rumah-rumah kardus para pemulung yang banyak bertebaran di ibu kota? Apa sih yang membuat mereka begitu lain, tidak seperti Anda atau saya?
Jawabnya singkat saja. Yaitu karena mereka - baik Booth maupun Hitler - adalah Pemimpin. Pemimpin dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Pemimpin dengan kharisma dan daya pikat istimewa. Pemimpin dengan kepemimpinan yang kuat luar biasa. Leaders with strong leadership. Sepertinya memang sudah dari sono-nya mereka itu telah ditakdirkan sebagai pemimpin.
Sementara sebagian besar dari kita, sekadar pemimpin yang "biasa-biasa" saja -- tak pernah menonjol atau membekaskan kesan apa-apa. Padahal firman Tuhan mengatakan dalam ulangan 28.13.
Tuhan akan mengangkat enkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, ...... apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

Seringkali kita takut untuk melakukan sesuatu yang Tuhan perintahkan, bahakan beberapa dari kita hanya “cari aman” sehingga hanya mengekor pada orang lain. Hal itu lah yang membuat kita tidak pernah menjadi seorang pemimpin yang sesungguhnya karena kita selalu hidup dalam bayang-bayang orang-orang sebelum kita.
Sehingga setiap kita akan melangkah kita selalu berfikir kalau kita atau hasil kerja kita tidak akan bisa seperti orang diatas kita padahal itu salah besar....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar